Untuk sekian kalinya mulai ku rangkai kata ku susun sajak dan ku padukan bait-bait kalimat.
Sebuah puisi ku tulis lagi malam ini seperti malam-malam yang terdahulu saat mengukir cerita bersamanya, namun hal yang berbeda puisi ini tertahan dengan coretan yang tak dapat kusampaikan, tak dapat ku kirim sebagai syair pengantar tidurnya.
Puisi ini tertahan disini, tesusun rapi didalam sebuah folder kecil tersimpan manis sebagai ungkapan kata sayang kepadanya. Tak perlu ku sesali malam ini walau harus tertahan begitu saja, walau hanya dapat tersimpan dengan file-file lainya tapi ini adalah sebuah rasa yang ku punya.
Puisi pengantar tidur untuknya, puisi penjemput mimpi manisnya dan puisi salam rindu bersamanya.
Begitulah adanya
Coretan Kecil Hasil Tangan Jahil
Coretan kecil hasil tangan jahil
Dengan kata mesra ku bubuhkan tinta
Dengan Kalimat sederhana ku ungkap cinta
Lewat sebuah nama yang bermakna
Coretan kecil hasil tangan jahil
Maknai arti rasa yang ku punya
Sampaikan salam pengantar tidurnya
Jemput senja hadirkan malam indahnya
Coretan kecil hasil tangan jahil
Rangkaikan kata salam untuknya
Biaskan cahaya rasa akan apa yang ku punya
Ini isi hati tanpa rekayasa.
Dan coretan kecil hasil tangan jahil
ungkapkan semua harapan padanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar